Pembawa Aspirasi Rakyat

Sabu-Sabu Marak Beredar Kembali di Lapas Raya Simalungun?

 Kalapas, Sopian: Bisa kami minta Kartu Pers nya mas?

0 181

SIMALUNGUN,pelitarakyat.co.id – Peredaran/penjualan Sabu-sabu dikalangan penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Jalan Pemasyarakatan,Pematang Raya,Kabupaten Simalungun,Sumatera Utara (Sumut), kembali “marak”.

Jika dulu bandar Sabu yang dituding dikendalikan nara pidana (napi) RAN. Tapi setelah RAN (Rinto Afandi Nst) dipindahkan ke Lapas lain, kini peredaran/penjualan Sabu-sabu di Lapas Raya dikatakan dipegang bandar  Bembeng bekerjasama dengan napi Boy sebagai anak mainnya penghuni kamar/blok Kartini 3.

Bembeng penghuni kamar Saharjo 23, yang juga big bos “parengkol” (penipuan online melalui telephon)

yang menjalankan aksinya dari balik jeruji besi Lapas Raya dengan modus penipuan kepada korbannya yang selama ini telah berlangsung mulus.

Sementara disebut-sebut sindikat pelaku “penipuan online lewat telephon” (parengkol) tidak bisa beraksi menjalankan tipuannya jika tidak memakai Sabu.

Justru itulah menurut sumber dalam yang faham lika-liku peredaran/penjualan Sabu kepada sesama napi, Bembeng yang disebut sebagai bandar menugaskan Boy mengedarkan/menjual Sabu ke napi “parengkol” kamar/blok Kartini 6-7-8-9-10, dan setiap kamar dihuni antara 18 s/d 25 orang nara pidana (napi) yang menjadi konsumen/langganan Bembeng dan Boy.

Sumber dalam lebih jauh mengungkap, bandar Bembeng dan Boy meski fisiknya berada didalam jeruji besi, tapi mereka mampu meraup omzet mencapai Rp.100 juta setiap hari dari hasil menjual Sabu-sabu kepada warga binaan didalam Lapas.

Sementara, dikatakan sumber, Bembeng dan Boy bisa menjual Sabu tersebut berkisar antara 20 – 30 gram per-kamar napi”parengkol”, demikian juga kepada napi lainnya. Bahkan napi Boy juga tidak melewatkan peredaran Sabu ke kamar Saharjo 21 dan 24 yang menjadi konsumennya.

Ketika hal ini dikonfirmasi kepada Kalapas Raya, Sopian, Selasa,23/8-022 malam via WhatsApp, hanya menyatakan,: mlm maaf habis solat maghrib, bisa minta kartu identitasnya mas ?

Setelah dijelaskan kartu Pers hanya untuk diperlihatkan saja, bukan untuk diminta , Sopian membenarkan, tapi mengatakan bahwa beliau sudah biasa minta pada rekannya Wartawan mengirimkan kartu Pers via WA.

Dan selanjutnya chat-chat “remeh temeh” berlangsung, hingga ujud konfirmasi sampai berita ini tayang (dimuat) belum diperoleh.(Tim:PR)

Leave A Reply

Your email address will not be published.