Pembawa Aspirasi Rakyat

Lomba Fashion Show HKBP Distrik XIX Bekasi Berlangsung Sukses

Katua PPD HKBP Distrik XIX Bekasi,Ny.St.RZ. Simanjuntak/Tiara br.Sianipar : “ Bangga Menjadi Parompuan Batak”

0 453

Preses Pdt.Mangatur Manurung,M.Th (tengah) bersama istri,Dewan Juri,Ketua PPD dan para juara.

BEKASI,pelitarakyat.co.id-Dalam rangka Perayaan Kemerdekaan RI Ke-77 HKBP Distrik XIX Bekasi melaksanakan kegiatan Lomba Fashion Show (Busana Ulos Batak) pada tanggal 23 Agustus 2022 bertempat di Aula HKBP Jatisampurna,Kota Bekasi.

Kegiatan Fashion Show (Busana Ulos Batak) diikuti 31 Peserta dari 47 huria gereja  HKBP se- Distrik XIX Bekasi yang dimotori Punguan Parompuan Distrik (PPD) HKBP Distrik XIX Bekasi dengan mengusung Tema : Perempuan Yang Cakap Lebih Berharga Daripada Permata. (Amsal 31:10). Dan Sub Tema : Jumbai/Sirat yang melambai jalinan Permata yang indah oleh Kesatuan, Kebenaran dan Kasih di dalam Kristus.

Acara diawali dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Hening Cipta yang dipimpin Praeses Pdt.Mangatur Manurung. Selanjutnya Ibadah yang dilayani oleh Pdt.Winda Simbolon sebagai Liturgis,Pdt.Ati Malem Hutauruk sebagai pendoa syafaat dan Praeses Pdt.Mangatur Manurung sebagai Pengkhotbah.

Praeses HKBP Distrik XIX Bekasi,Pdt.Mangatur Manurung dalam kotbahnya menyampaikan,bahwa seorang istri yang cakap harus berjuang dalam imannya dan memohon berkat dari Tuhan. Dan percaya akan pertolongan Tuhan meskipun banyak penderitaan. ujar Pdt.Mangatur Manurung dalam kotbahnya.

Sebelum Kegiatan Fashion Show dilaksanakan terlebih dahulu ada arahan dari para pengurus PPD,dewan juri dan dilanjutkan dengan berbagai sambutan yang pada dasarnya memberikan penyemangat bagi peserta dan tak lupa mengucapkan slogan “Pulih Lebih Cepat – Bangkit Lebih Kuat”

Ny.St.RZ.Simanjuntak/Tiara br.Sianipar

Ketua Punguan Parompuan Distrik (PPD) HKBP Distrik XIX Bekasi, Ny.St.RZ.Simanjuntak/Tiara br.Sianipar dalam sambutannya mengatakan bahwa,acara hari ini yaitu lomba busana ulos merupakan salah satu program kerja tahunan dari pengurus PPD Distrik XIX Bekasi yang mempunyai tujuan untuk mengangkat penenun ulos,agar produksi tenunan ulos semakin meningkat,sehingga perekonomian para penenun akan terkendali.

Kita tahu ulos bisa dipakai disetiap acara bukan hanya di ulaon adat saja, kreativitas para Desainer sangatlah diharapkan agar bahan dasar ulos dapat dipakai dengan berkolaborasi bersama bahan-bahan lain yang bisa dipadukan. “Ibu-ibu yang terkasih, marilah kita simak Lomba Busana Ulos hari ini, agar kita semakin mencintai tenunan ulos yang sangat kita banggakan,bangga menjadi parompuan batak,”ujar Ketua Punguan Parompuan Distrik (PPD) HKBP Distrik XIX Bekasi,Ny.St.RZ. Simanjuntak/Tiara br.Sianipar

Para peserta Fashion Show tengah mengikuti acara kebaktian

Harapan kami melalui program ini peserta yang mewakili dari huria-huria haruslah berlapang dada apabila belum mendapatkan juara. Mari kita terima keputusan dewan juri yang kita banggakan dan kita hormati, mohon doanya untuk bulan oktober dimana parompuan Bekasi ingin mengadakan wisata rohani ke Bonapasogit yang diadakan pada tanggal 27 Oktober sampai dengan tanggal 31 Oktober, kiranya wisata rohani ke Bonapasogit bisa berjalan dengan lancar,demikian Tiara mengakhiri sambutannya,sembari mengucapkan selamat kepada seluruh peserta lomba busana PPD Distrik XIX Bekasi,Horas.

Selanjutnya Kabid Diakonia A.H.Sitompul dalam sambutannya mengatakan,luar biasa para ibu-ibu melestarikan budaya batak,karena bagi suku bangsa yang maju. Ada budaya dan bagian dari budaya itu ada pakaian.

Kalau berbicara masalah ulos adalah merupakan perwujudan dari cinta kasih dan yang lebih dalam lagi fungsi ulos bagi orang batak adalah memberikan kehangatan kepada tubuh seseorang. Karena dari jaman dahulu bahwa ulos adalah merupakan pakaian karena mulai dari kecil sudah diberikan ulos (adat-paroppa), sampai dia meninggal diberikan ulos juga ke jenazahnya yang diberi nama ulos saput. Jadi bagi inang Parompuan HKBP jangan ada yang membakar ulos, karena bila dibakar akan membakar bajunya sendiri, mari kita tunjukkan budaya kita adalah bangsa yang sangat tinggi dan luhur budayanya, ungkap A.H. Sitompul A.H. Sitompul mewakili prases.

Disela-sela acara sebelum pengumuman salah seorang Juri Kegiatan Fashion Show,Emmy Lumba Raja yang kesehariannya sebagai staff ahli dari Fraksi PDIP DPR RI, dan juga pengurus di Distrik 19 Bekasi. Kepada Pelita RAKYAT mengungkapkan pandangannya tentang perempuan batak yang tidak lepas dari adat, karena dengan adat kita tahu bagaimana etika (kekrabatan),tanpa adat semua merasa sama dan tidak ada penghormatan,ungkapnya dengan tenang.

Para Juara Lomba Fashion Show (Busana Ulos Batak)

Hasil dari lomba Fashion Show (Busana Ulos Batak) menurut Dewan Juri adalah : Juara 1 dari HKBP Perumnas 2 (No. Urut 06); Juara 2 dari HKBP Lippo Cikarang (No. Urut 13); Juara 3 dari Harapan Jaya (No.Urut 19). Dan Juara Harapan 1 dari HKBP Jatisampurna (No. Urut 15); Juara Harapan 2 dari HKBP Bumi Anggrek (No. Urut 14); Juara Harapan 3 dari HKBP Kemang Pratama (No. Urut 01) dan  Juara Favorit dari HKBP Duren Jaya (No. Urut 23)

Usai acara Fashion Show (Busana Ulos Batak),kesempatan bincang bincang dengan Praeses Pdt.Mangatur Manurung,M.Th tentang bagaimana upaya distrik 19 Bekasi kepada parompuan untuk lebih mencintai ulos,apa yang akan dibuat?.

Pdt.Mangatur Manurung,M.Th mengatakan bahwa acara hari ini jawabannya, dimana sudah dirancang 1 tahun untuk menyadarkan keluarga batak,khususnya parompuan Distrik XIX Bekasi,bahwa mengelola budaya dan mencintai budaya itu adalah bagian dari iman.

Maka melalui kegiatan ini kita mengharapkan ibu-ibu boleh memanajemen dirinya,hatinya menjadi wanita yang cakap dalam arti kuat menghadapi apapun dalam kehidupannya,dia kuat dan memberikan jawaban yang terbaik dalam segala seluruh tantangan kehidupan yang dijalani, terutama tentang ulos ternyata fashion juga harus menjadi bagian yang harus diperhatikan,apalagi distrik Bekasi ini ibu-ibunya itu setiap ada kegiatan pasti bernuansa, sehingga dalam kegiatan ini nuansa batak itu adalah nuansa yang tidak boleh ditinggalkan dan tidak kalah menarik.

Praeses Pdt.Mangatur Manurung,M.Th foto bersama dengan para pengurus Punguan Parompuan Distrik (PPD) HKBP Distrik XIX Bekasi

Maka kedepannya harapan kita kegiatan seperti ini dapat berlangsung lagi, dan bukan hanya kegiatan seperti ini ada kegiatan yang berkolerasi langsung dengan pengrajin di Bonpasogit dan kerjasama bisa dibangun, tidak hanya berhenti dalam hal ibadah tetapi ada tindak lanjutnya kedepan ibu-ibu semakin kreatif. Gereja juga tidak boleh mengabaikan UMKM karena UMKM adalah merupakan bagian dari kehidupan gereja dan bermasyarakat Maka gereja harus tampil didepan memprakarsai,imbuh Pdt.Mangatur Manurung,M.Th menutup perbincangannya dengan Pelita RAKYAT. (01)

Leave A Reply

Your email address will not be published.