Bangun dan Perluas SPAM Jaringan, Komitmen Pemkab Purwakarta Penuhi Kebutuhan Dasar Air Bersih Masyarakat Pedesaan

PURWAKARTA,pelitarakyat.co.id – Pemerintah Kabupaten Purwakarta tengah membangun dan memperluas jaringan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) untuk memperkuat akses dan pemenuhan kebutuhan dasar air bersih di wilayah masyarakat pedesaan.
Program yang dibiayai APBD Purwakarta sekitar Rp1,3 miliar ini ditargetkan melayani sekitar 400 rumah tangga melalui sambungan air baru di enam desa. Desa Babakan dialokasikan untuk Pembangunan SPAM, sementara lima desa lainnya, yakni Desa Salem, Nagrak, Sakambang, Bunder dan Desa Citeko memperluas jaringan SPAM.
Kepala Bidang Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU) Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Purwakarta, Wening Galih, mengatakan proyek pembangunan dan perluasan SPAM di 6 Desa dikerjakan secara bertahap karena keterbatasan anggaran.
“Tahun 2026 ini direncanakan 8 desa, yang sedang berjalan 6 Desa. Satu Pembangunan SPAM dan lima desa lainnya Perluasan jaringan SPAM,” ujarnya.
Menurutnya, Kebijakan strategis ini direalisasikan untuk memenuhi hak dasar dan mengatasi akses air bersih bagi masyarakat pedesaan.
“Detail pekerjaan yakni komponen peningkatan, broncaptering atau sumur dalam jaringan perpipaan berikut sambungan rumah, apabila diperlukan membuat reservoar. Sementara jika perluasan, jaringan perpipaan, watermeter, apabila diperlukan akan membuat reservoar,” jelasnya. Senin, (05/10/2026).
Galih menambahkan sebelum serahterima hasil pekerjaan dari penyedia jasa dengan Distarkim, akan dilakukan pengujian secara menyeluruh dan harus sesuai kontrak pekerjaan.
“Sumber anggarannya dari APBD Purwakarta sekitar 1,3 Milyar. Untuk operasional pasokan air minum, selanjutnya akan dikelola oleh PDAM Purwakarta. Sekitar 400 rumahtangga akan terlayani air bersih sambungan rumah baru,” ujarnya.
Menurutnya, Sumber air yang terbatas seringkali memaksa warga desa mencari sumber alternatif yang lebih jauh, sehingga menambah beban dalam kehidupan sehari-hari.
“Dengan adanya fasilitas SPAM ini yang dirancang mengalirkan air bersih ke rumah-rumah warga secara stabil dan berkelanjutan, sehingga kebutuhan dasar dapat terpenuhi dengan lebih baik,” jelas Galih.
Pembangunan SPAM ini bukan hanya proyek fisik semata, sambung galih, tetapi merupakan investasi jangka panjang untuk kesehatan dan kesejahteraan warga desa.
“Perluasan pemanfaatan jaringan PDAM atau sumber air yang sudah melayani cakupan air minum, diharapkan kualitas hidup warga akan meningkat, dan kita dapat bersama-sama mewujudkan desa yang lebih sejahtera,” tutupnya. (rt)