
KOTA BEKASI,pelitarakyat.co.id – Parsadaan Simbolon Sipitu Sohe Boru Bere Bekasi secara resmi mendeklarasikan organisasi sekaligus melantik Pengurus Harian dan Pengurus Rayon masa bakti 2026–2031 dalam sebuah acara yang berlangsung di Gedung Graha Sintesa, Kota Bekasi, Minggu (19/7/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri lebih dari 500 anggota keluarga besar Simbolon Sipitu Sohe Boru Bere yang berasal dari Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi. Turut hadir pula para pengurus sohe, tokoh masyarakat Simbolon, serta sejumlah tamu undangan.

Amstor Marsius Simbolon
Ketua Panitia Deklarasi, Amstor Marsius Simbolon mengatakan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung sesuai dengan rencana berkat dukungan dan partisipasi seluruh keluarga besar Simbolon Sipitu Sohe Boru Bere Bekasi.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh keluarga besar Sipitu Sohe Bekasi atas dukungan, baik dalam bentuk materi maupun nonmateri, sehingga acara deklarasi dan pelantikan ini dapat berjalan dengan lancar sesuai rencana,” ujarnya kepada awak media.
Menurut Amstor, pelaksanaan deklarasi disatukan dengan pelantikan pengurus agar lebih efektif sekaligus menjadi momentum mempererat kebersamaan seluruh keluarga besar Parsadaan Simbolon Sipitu Sohe Boru Bere Bekasi.
Acara diawali dengan ibadah, dilanjutkan dengan prosesi pelantikan pengurus, sambutan dari berbagai pihak, penyampaian materi, pertunjukan tortor, hiburan, serta pengundian door prize.
Ketua Parsadaan Simbolon Sipitu Sohe Boru Bere Bekasi periode 2026–2031, Omsron Lasman Simbolon, S.T., menjelaskan bahwa pembentukan parsadaan dilatarbelakangi keinginan untuk menghimpun keluarga besar Simbolon yang belum tergabung dalam wadah organisasi.

Omsron Lasman Simbolon, S.T
“Tujuan kami membentuk parsadaan ini adalah mengakomodasi keluarga besar Simbolon di Bekasi agar memiliki wadah untuk berkumpul. Selain itu, kami ingin mengimplementasikan nilai-nilai Dalihan Na Tolu dengan baik serta memberikan manfaat bagi seluruh anggota,” katanya.
Ia menambahkan, di bawah kepengurusan yang baru, organisasi tidak hanya akan berperan dalam pelaksanaan adat istiadat, tetapi juga berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui dukungan di bidang pendidikan serta membuka peluang kerja bagi warga Simbolon di Bekasi Raya.
Omsron menegaskan bahwa Parsadaan Simbolon Sipitu Sohe Boru Bere Bekasi merupakan wadah pemersatu dan tidak menggantikan struktur kepemimpinan pada masing-masing sohe.
“Saya bukan Ketua Sipitu Sohe, melainkan Ketua Parsadaan Simbolon Sipitu Sohe Boru Bere Bekasi. Masing-masing sohe tetap memiliki ketuanya sendiri. Parsadaan ini hadir sebagai wadah yang mempersatukan seluruh unsur tersebut,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh pengurus menjalankan amanah organisasi dengan semangat pelayanan.
“Parsadaan ini harus berkembang melalui pelayanan yang tulus. Setiap pengurus harus bekerja dengan hati, mengutamakan kepentingan bersama, bukan mencari penghormatan ataupun kedudukan. Tujuan utama kami adalah melayani,” tuturnya.

Argilaus Simbolon (Op.Benjamin)
Sementara itu, Penasehat sekaligus Pendiri Parsadaan Simbolon Sipitu Sohe Boru Bere Bekasi, Argilaus Simbolon (Op.Benjamin), didampingi penasehat lainnya seperti St.Arsen Simbolon,Hatly Fuerto Simbolon,Walson Simbolon,Pardamen Simbolon,Pahala Simbolon,Tumpal Simbolon dan St.Gabarius Simbolon menyampaikan bahwa organisasi tersebut dibentuk sebagai wadah pemersatu seluruh keturunan Simbolon Sipitu Sohe, boru, dan bere yang berdomisili di wilayah Bekasi.
Menurutnya, parsadaan diharapkan mampu mempererat persaudaraan, memelihara nilai-nilai Dalihan Na Tolu, melestarikan adat dan budaya Batak, meningkatkan semangat gotong royong, serta memberikan dukungan kepada anggota dalam berbagai situasi.
“Parsadaan harus menjadi rumah bersama yang menghadirkan rasa nyaman, kebersamaan, dan keharmonisan bagi seluruh keturunan Simbolon Sipitu Sohe, boru, dan bere di Bekasi,” ujarnya.
Argilaus juga menekankan pentingnya membangun organisasi yang inklusif tanpa memberikan perlakuan istimewa kepada individu tertentu.
“Tidak boleh ada privilese atau pengultusan terhadap seseorang. Nilai Dalihan Na Tolu, yaitu Somba Marhula-hula, Manat Mardongan Tubu, dan Elek Marboru harus benar-benar dirasakan oleh seluruh anggota,” katanya.
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa parsadaan merupakan sarana untuk memperkuat komunikasi, pelayanan sosial, serta kepedulian antarsesama anggota.
“Pelaku adat adalah marga, sedangkan punguan merupakan wadah untuk mempermudah komunikasi. Persaudaraan tidak akan pernah putus meskipun suatu saat perkumpulan dapat berubah. Karena itu, mari kita sehati dan sepikir membangun kebersamaan,” ucapnya.

Dr. Irianto Simbolon, S.E., M.M bersama Kolonel TNI Benny Simbolon, S.E., M.Si
Dalam kesempatan tersebut hadir pula perwakilan dari berbagai sohe, di antaranya Sohe Suhut Ni Huta Jabodetabek. Penasehat Sohe Suhut Ni Huta Jabodetabek, Dr. Irianto Simbolon, S.E., M.M., bersama Ketua Umum Sohe Suhut Ni Huta Jabodetabek, Kolonel TNI Benny Simbolon, S.E., M.Si., beserta rombongan menyampaikan ucapan selamat atas terbentuk dan dilantiknya kepengurusan Parsadaan Simbolon Sipitu Sohe Boru Bere Bekasi periode 2026–2031.
Melalui deklarasi dan pelantikan ini, Parsadaan Simbolon Sipitu Sohe Boru Bere Bekasi diharapkan menjadi wadah yang mampu memperkuat persatuan keluarga besar Simbolon di wilayah Bekasi, sekaligus meningkatkan pelayanan sosial, pelestarian adat dan budaya, serta memperkokoh semangat kebersamaan di antara seluruh anggotanya.
(Real/7 Sohe)
SERBA SERBI DEKLARASI dan PELANTIKAN PARSADAAN Si 7-sohe













