Pembawa Aspirasi Rakyat

Jembatan Hutan Bambu Sudah Rusak, Fraksi PAN : Kita Akan Usut Tuntas

0 173

BEKASI,pelitarakyat.co.id, Ketua Fraksi PAN DPRD Kota Bekasi, Abdul Muin Hafiz menyayangkan rusaknya Jembatan Wisata Alam Hutan Bambu di Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi Jawa Barat.

Jembatan tersebut belum lama dibangun dengan anggaran Rp 2.8 Miliar menggunakan dana APBN Tahun 2019, dan dilaksanakan oleh pihak ke tiga melalui program Kementerian PUPR. Namun kenyataannya, jembatan ini sudah mengalami kerusakan seperti retak dan beberapa pagar jembatan patah.

Diketahui, jembatan wisata alam tersebut diperuntukan sebagai jembatan penyeberangan orang dan kendaraan roda dua yang menghubungkan antara RW01 Kelurahan Margajaya, Bekasi Selatan, dan RW26 Kelurahan Margahayu Bekasi Timur, yang bertujuan untuk lintasan masyarakat ketika mengunjungi wisata alam hutan bambu Kota Bekasi.

Jembatan yang memiliki panjang 60 meter, lebar 1.8 meter, dan tinggi 3 meter ini, sangat dinantikan masyarakat karena mempermudah akses menyebrangi kali Bekasi, serta menghiasi wisata hutan bambu dengan penyambungan dua akses pintu masuk dari dua kelurahan.

“Kita akan segera lakukan pengecekan, dan memanggil pelaksana pekerjaan. Jika memang menyalahi aturan dalam pembangunan jembatan tersebut, kita akan laporkan ke Kementerian PUPR,” ungkap Abdul Muin, melalui seluler, Sabtu (07/11).

Dikatakan, memang pembangunan jembatan ini tanahnya Kementerian PUPR, nanti bisa juga langsung di pertanyakan ke pihak terkait. “Kalau saya pribadi sangat menyayangkan dengan kerusakan ini, jembatan yang belum lama dibangun sudah rusak, kita bisa mengusut kepada pemborong yang melaksanakan proyek ini,” katanya.

“Kita bisa komplain melalui aspirasi, jika memang pekerjaan jembatan tidak sesuai aturan,”tukas Abdul Muin.

Sementara sampai berita ini ditayangkan, ketua RW setempat belum memberikan jawaban yang terang atas pertanyaan awak media saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Sabtu (7/11).(Nugi)

Leave A Reply

Your email address will not be published.