PT KGP Jakarta Perwakilan Pematangsiantar Diduga Berupaya Menggelapkan Hak Pensiun Sugianto Rp.80 Juta Lebih

PEMATANGSIANTAR,pelitarakyat.co.id – Nasib malang menimpa Sugianto karyawan PT.Kerta Gaya Pusaka (PT.KGP) Jakarta, Perwakilan Pematangsiantar, Sumut bergerak dibidang jasa pengiriman barang, dokumen dll (ekspedisi), hak pensiunnya diduga kuat “digelapkan”.
Sugianto yang sengaja datang ke Kantor Surat Kabar “Pelita RAKYAT” Perwakilan/Biro Sumatera Utara, Jln.Dahlia Pematangsiantar, baru baru ini memaparkan keluh kesah nya yang telah bekerja di PT.KGP sejak 01 Desember 1993 dan tanggal 23 Oktober 2024 genap berusia 56 tahun dan dinyatakan pensiun.
Untuk itu Direktur Operasi PT.Kerta Gaya Pusaka Jakarta mengeluarkan Surat Keputusan Nomor :009/KGP/X/2024/OP.PERS.


Dan sekaligus menghitung/mengkalkulasikan besaran uang pensiun Sugianto Rp.80.202.685.-
Tapi apa nyata, meski Surat Keputusan telah dikeluarkan ditetapkan di Jakarta,21 Oktober 2024 oleh Direktur Operasi dan Personalia,Warsito Sastro Diwiryo.
Tapi Surat penetapan/Keputusan tersebut hanya sebagai isapan jempol belaka, cenderung sebagai upaya manipulatif terkoordinir.
Sebab, sampai saat ini sudah berlangsung dua tahun realisasinya belum juga terlaksana.” Jangankan terlaksana, sepeserpun belum ada saya terima,’ cetus Sugianto warga Jln.Bola Kaki gang prona, Kel.Banjar, Siantar Barat, Pematangsiantar, dengan wajah lugu memelas.
Manipulasi Terkordinir ?
Direktur Operasi PT.Kerta Gaya Pusaka (KGP) Jakarta, Warsito Sastro Diwiryo, dikonfirmasi via WhatsApp baru-baru ini, katakan : “Kami hanya membuatkan administrasinya, prihal realisasi kompensasi nya silahkan berkordinasi dengan kepala Perwakilan setempat, tks tulisnya tanpa beban.
Sementara itu, Budi Amardin Lubis, Pimpinan Perwakilan PT.Kerta Gaya Pusaka, Jln. M.H. Sitorus No.40, Pematangsiantar dikonfirmasi 23/1, menyesalkan, : “kenapa bang Sugianto tidak mau minta tolong padanya, selaku Pimpinan, ketus Budi bagai tanpa dosa.
Bagaimana trik kolaborasi dugaan manipulatif oknum -oknum PT.KGP untuk memanipulasi dana pensiun karyawan, lebih lanjut akan dijajaki.(Tim:PR Group/rul P).