Peringati 40 Hari Alm. Buchari bin Muhamad Kasim, Ratusan Jemaah Hadiri Tahlilan dan Tausiyah di Sukadana

0

​LAMTIM,pelitarakyat.co.id – Suasana khidmat dan penuh kekhusyukan menyelimuti kediaman almarhum Buchari bin Muhamad Kasim di Dusun Kuripan, Desa Sukadana, Kabupaten Lampung Timur, pada Sabtu malam (31/10/2026). Rangkaian acara peringatan 40 hari wafatnya almarhum diisi dengan tahlilan, doa bersama, serta tausiyah keagamaan.

​Sebanyak kurang lebih 300 jemaah yang terdiri dari tokoh masyarakat, sanak keluarga, tetangga, hingga warga sekitar tampak memadati lokasi acara. Kehadiran ratusan warga tersebut menjadi simbol kebersamaan dan penghormatan terakhir bagi almarhum serta bentuk dukungan moral bagi keluarga yang ditinggalkan.

​Acara peringatan 40 hari ini terasa makin bermakna dengan kehadiran Mubalig Muda Lampung Timur, Dr. KH. M. Muslih, S.H.I., M.H., yang merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Darul Fattah, Kecamatan Way Bungur. Sosok ulama yang juga menjabat sebagai Ketua PC GP Ansor Lampung Timur tersebut hadir secara langsung untuk bertakziah sekaligus menyampaikan ceramah agama di hadapan para jemaah.

​Mengupas Perjalanan Ruh di Alam Barzah

​Dalam ceramahnya, Dr. KH. M. Muslih menyampaikan materi yang mendalam mengenai perjalanan kehidupan manusia setelah wafat, yakni di alam barzah (alam kubur). Dengan gaya penyampaian yang komunikatif, hangat, dan diselingi humor khas ulama Nahdlatul Ulama (NU), beliau berhasil membawa jemaah menyelami makna kehidupan dan kematian dengan penuh perhatian.

​Ia menjelaskan bahwa ketika seorang hamba meninggalkan alam dunia menuju alam barzah, tahapan-tahapan perjalanan ruh di sana sangat membutuhkan doa serta kiriman pahala dari para ahli waris khususnya, dan kaum muslimin pada umumnya. Beliau juga merincikan proses perjalanan ruh sejak detik-detik awal wafat, memasuki hari ke-40, hingga bergantinya bulan dan tahun di alam kelanggengan.

​”Doa dari keluarga, anak yang saleh, serta jemaah sekalian adalah penerang dan penolong utama bagi almarhum yang tengah menjalani kehidupan di alam barzah,” tutur Muslih di sela-sela ceramahnya.

​Tiga Amalan Sederhana Berdampak Luar Biasa

​Selain menjelaskan tentang alam barzah, Pengasuh Ponpes Darul Fattah tersebut menekankan pentingnya menjaga tali silaturahmi dan kepedulian antarsesama muslim. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk senantiasa mengamalkan tiga ibadah sederhana yang memiliki dampak sangat besar bagi kehidupan di dunia maupun akhirat:

  • ​Bertakziah saat ada saudara seiman yang meninggal dunia.
  • Menjenguk orang yang sedang sakit.
  • Turut bergembira atas lahirnya seorang bayi.

Menurutnya, ketiga amalan ini tidak hanya bernilai pahala di sisi Allah SWT, tetapi juga berpengaruh langsung pada kesehatan mental dan fisik, memanjangkan umur melalui silaturahmi, serta menciptakan kehidupan dunia yang lebih harmonis dan bahagia.

​Acara kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Dr. KH. M. Muslih, memohon agar almarhum Buchari bin Muhamatd Kasim diampuni segala dosanya, diterima seluruh amal ibadahnya, serta ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah SWT. (Safaruddin)

Leave A Reply

Your email address will not be published.