Wisatawan Keluhkan Jalan Rusak Parah Menuju Pantai Sawarna via Ciawi

LEBAK, PelitaRakyat.co.id – Kondisi jalan menuju destinasi wisata Pantai Sawarna dari arah Pelabuhanratu dikeluhkan wisatawan dan pengguna jalan. Ruas jalan kabupaten yang membentang dari Simpang Ciawi, Cilograng, hingga Gondang, Desa Sawarna Timur, Kabupaten Lebak, dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah dan berpotensi membahayakan keselamatan pengendara.
Berdasarkan pemantauan di lapangan pada 20 Oktober 2026, sejumlah titik kerusakan terlihat di sepanjang jalur tersebut. Salah satu lokasi yang menjadi perhatian berada di kawasan Cibunar, Kecamatan Cilograng, terutama pada bagian jalan yang menanjak dan memiliki kemiringan cukup curam.

Permukaan jalan yang berlubang dan bergelombang membuat pengendara harus lebih berhati-hati saat melintas. Kondisi tersebut dinilai dapat meningkatkan risiko kecelakaan, khususnya bagi wisatawan yang belum terbiasa melewati jalur tersebut.
Rudi, salah seorang wisatawan asal Bogor, mengatakan bahwa jalur Simpang Ciawi merupakan akses penting bagi pengunjung yang datang dari wilayah Jawa Barat melalui Pelabuhanratu.
“Jalur ini sangat penting bagi kami yang datang dari arah Pelabuhanratu. Kalau kondisinya berlubang dan rusak di tanjakan curam, tentu sangat membahayakan keselamatan,” ujar Rudi kepada wartawan.
Menurutnya, perbaikan jalan secara menyeluruh diperlukan agar perjalanan wisatawan lebih aman dan nyaman. Akses yang memadai juga diharapkan dapat mendukung kunjungan wisata ke Pantai Sawarna, yang dikenal sebagai salah satu tujuan wisata pantai di Kabupaten Lebak.
Proyek Perbaikan Jalan Jadi Perhatian
Selain kerusakan jalan di wilayah Cilograng, kondisi pekerjaan perbaikan pada jalur Cibayawak menuju Sawarna juga menjadi sorotan. Berdasarkan informasi yang dihimpun, pekerjaan perbaikan dengan metode tambal sulam yang sebelumnya sempat dilakukan dilaporkan terhenti di kawasan hutan. Hingga berita ini disusun, belum diperoleh keterangan resmi mengenai penyebab penghentian maupun kepastian kelanjutan pekerjaan tersebut.
Hasan, salah seorang warga setempat, berharap pemerintah daerah memberikan perhatian terhadap kondisi akses jalan menuju kawasan wisata Sawarna.
Menurutnya, jalan tersebut memiliki peran penting bagi mobilitas masyarakat sekaligus menunjang kegiatan pariwisata dan perekonomian warga sekitar.
“Akses jalan ini merupakan urat nadi pariwisata daerah. Kami berharap ada perhatian khusus dari Pemerintah Kabupaten Lebak maupun Pemerintah Provinsi Banten. Jika memang diperlukan, koordinasi antarinstansi atau peninjauan kembali status jalan bisa menjadi bagian dari solusi agar perbaikan berjalan optimal dan menyeluruh,” kata Hasan.
Ia berharap penanganan kerusakan jalan tidak hanya dilakukan melalui perbaikan sementara, tetapi juga disertai evaluasi kondisi infrastruktur agar hasil perbaikan dapat bertahan lebih lama.
Masyarakat Harapkan Penanganan Menyeluruh
Kerusakan akses menuju Pantai Sawarna menjadi perhatian karena jalur tersebut digunakan oleh wisatawan maupun masyarakat setempat untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Jalan yang aman dan layak dilalui dinilai penting untuk memperlancar mobilitas, mendukung sektor pariwisata, serta menjaga kegiatan ekonomi masyarakat.
Masyarakat dan pengguna jalan berharap instansi terkait segera melakukan pemeriksaan kondisi jalan dan menentukan langkah penanganan sesuai kewenangan serta kebutuhan teknis di lapangan.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lebak maupun instansi terkait di tingkat Provinsi Banten diharapkan dapat memberikan penjelasan resmi mengenai status kewenangan ruas jalan tersebut, rencana perbaikan, serta kelanjutan pekerjaan yang dilaporkan terhenti.
Hingga berita ini disusun, keterangan resmi dari instansi terkait mengenai rencana penanganan jalan tersebut belum dicantumkan. Konfirmasi kepada pihak berwenang diperlukan agar masyarakat memperoleh informasi yang jelas mengenai langkah perbaikan yang akan dilakukan.
(Azis Nawawi)