HUT Ke-100 Desa Tangkulowi Jadi Momentum Memperkuat Identitas Sejarah dan Pembangunan Masyarakat
“Satu Abad Desa Tangkulowi: Menghargai Sejarah, Memperkuat Persatuan, dan Menatap Masa Depan yang Lebih Maju.”

SIGI,pelitarakyat.co.id – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-100 Desa Tangkulowi, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, berlangsung meriah pada Jumat, 12 Juni 2026. Perayaan satu abad berdirinya desa ini menjadi momentum bersejarah yang menyatukan seluruh elemen masyarakat melalui berbagai kegiatan adat, sosial, dan olahraga.
Kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan tersebut dihadiri oleh unsur Pemerintah Kabupaten Sigi, unsur Forkopimcam Kulawi, para kepala desa, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta masyarakat Desa Tangkulowi. Turut hadir juga Anggota DPRD Kabupaten Sigi Alia Dari Partai PDIP, Irma Dari Partai Nasdem.
Bupati Sigi yang berhalangan hadir karena sedang melaksanakan agenda pemerintahan di Jakarta diwakili oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sigi, Muhammad Riyad,S.E. Dalam sambutannya, ia menyampaikan permohonan maaf Bupati Sigi kepada seluruh masyarakat Desa Tangkulowi atas ketidakhadirannya pada kegiatan tersebut.

Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Sigi,Mohammad Riyad,SE
Menurut Muhammad Riyad, Bupati Sigi saat ini sedang mengikuti rangkaian koordinasi dan pembahasan sejumlah program strategis bidang pendidikan bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sigi di Jakarta. Meski demikian, Bupati tetap memberikan perhatian dan apresiasi terhadap pelaksanaan peringatan satu abad Desa Tangkulowi.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sigi, kami menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh masyarakat Desa Tangkulowi atas peringatan hari jadi desa yang ke-100 tahun. Usia satu abad merupakan perjalanan sejarah yang panjang dan penuh makna,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa sejarah merupakan fondasi penting dalam pembangunan daerah. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan terus menjaga nilai-nilai sejarah, adat istiadat, serta kearifan lokal sebagai bagian dari identitas yang harus diwariskan kepada generasi mendatang.
“Sejarah memberikan pelajaran berharga bagi kehidupan masyarakat. Dengan memahami sejarah, kita dapat mengambil hikmah dan menjadikannya sebagai pijakan dalam membangun masa depan yang lebih baik,” katanya.
Ditambahkan, bahwa HUT ke-100 Desa Tangkulowi merupakan wujud dari kehidupan bertoleransi sejak dulu artinya perayaan satu abad ini menjadi bukti nyata bahwa masyarakat desa mampu menjaga kedamaian, keharmonisan, dan persatuan di tengah berbagai perbedaan selama 100 tahun berdiri, “ini menegaskan bahwa fondasi utama yang membuat Desa Tangkulowi bisa bertahan, berkembang, dan tetap bersatu hingga hari ini adalah sikap saling menghargai perbedaan, baik dari segi suku, latar belakang, maupun keyakinan”,imbuhnya.

Kepala Desa Tangkulowi, Kristison Towimba,SP
Sementara itu, Kepala Desa Tangkulowi, Kristison Towimba,S.P, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya peringatan HUT ke-100 Desa Tangkulowi. Ia mengungkapkan bahwa momentum satu abad desa merupakan tonggak penting untuk mengenang perjuangan para pendahulu sekaligus memperkuat komitmen masyarakat dalam melanjutkan pembangunan desa.
Menurutnya, secara historis Desa Tangkulowi telah berdiri sejak tahun 1926. Dengan demikian, usia desa tersebut bahkan lebih tua dibandingkan usia kemerdekaan Republik Indonesia. Fakta sejarah tersebut menjadi bukti bahwa masyarakat Tangkulowi memiliki akar budaya, nilai sosial, dan semangat gotong royong yang telah terbangun sejak lama.
“Peringatan satu abad Desa Tangkulowi bukan hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga momentum untuk menghormati jasa para pendahulu yang telah meletakkan dasar pembangunan desa hingga dapat berkembang seperti saat ini,” ujarnya.

Ketua BPD,Desa Tangkulowi, Imanuel Lakuntu
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, panitia juga memaparkan sejarah singkat Desa Tangkulowi. Berdasarkan catatan sejarah dan cerita turun-temurun masyarakat setempat, nama Tangkulowi berasal dari dua kata, yaitu tangku yang berarti bukit dan lowi yang berarti burung. Nama tersebut berkaitan dengan kisah seorang pemburu bernama To’le yang menemukan seekor burung lowi saat beristirahat di sebuah bukit. Peristiwa tersebut kemudian menjadi asal-usul penamaan wilayah yang kini dikenal sebagai Desa Tangkulowi.
Perjalanan sejarah desa tidak terlepas dari berbagai dinamika pembangunan. Pada tahun 1979, pemerintah melaksanakan program transmigrasi yang menyebabkan sebagian besar penduduk Desa Tangkulowi dipindahkan ke Desa Lembantongoa, Kecamatan Palolo. Namun demikian, tujuh kepala keluarga memilih tetap bertahan di wilayah asal mereka karena pertimbangan sumber penghidupan yang masih tersedia.
Kebangkitan kembali Desa Tangkulowi terjadi berkat inisiatif tokoh masyarakat dan lembaga adat yang dipelopori oleh Gidion Todjengi. Melalui berbagai upaya dan koordinasi dengan pemerintah setempat pada saat itu, wilayah yang sebelumnya menjadi bagian dari Dusun III Bolapapu akhirnya kembali berkembang sebagai kawasan permukiman masyarakat Tangkulowi.
Sejarah kepemimpinan Desa Tangkulowi juga menjadi bagian penting dalam perjalanan pembangunan desa. Sejak berdiri pada tahun 1926, desa ini telah dipimpin oleh sejumlah tokoh masyarakat, mulai dari Bontji sebagai Totua Ngata pertama, Wunta Lemba, Thomas Tulu, Pohente, Loko Boka, Gidion Todjengi, Asso Boka, Toni H. Todou, hingga Kristison Towimba yang saat ini menjabat sebagai Kepala Desa.
Selain sambutan dari para pejabat dan tokoh masyarakat, kegiatan peringatan HUT ke-100 Desa Tangkulowi juga diisi dengan pemutaran video dokumenter perjalanan sejarah desa. Tayangan tersebut menampilkan perkembangan Desa Tangkulowi dari masa ke masa, termasuk perjalanan sosial, budaya, pemerintahan, serta kontribusi masyarakat dalam menjaga keberlangsungan pembangunan desa.
Peringatan satu abad Desa Tangkulowi diharapkan menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan semangat persatuan seluruh masyarakat dalam menjaga warisan sejarah, melestarikan budaya, serta mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan.
Dengan mengusung semangat satu abad perjalanan sejarah, masyarakat Desa Tangkulowi berkomitmen untuk terus membangun desa yang maju, mandiri, berbudaya, dan sejahtera, tanpa melupakan nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh para pendahulu.(Djony Salumpana)
Serba Seri HUT Ke-100 Desa Tangkulowi





