Pembawa Aspirasi Rakyat

Pembangunan Peningkatan Jalan Kec.Huta Bayu Raja Simalungun Berbiaya Rp.16 Milyar Lebih Dikerjakan “Asal Jadi”

 KPK Hendaknya Turun Tangan. PT.Jeshurun Pison Gihon Diduga Misterius.

0

SIMALUNGUN,pelitarakyat.co.id – Pelaksanaan kerja peningkatan jalan aspal jurusan Pokan Baru – Boluk, Kecamatan Huta Bayu Raja, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara (Sumut) berbiaya Rp.16 Milyar 844 juta 279 ribu 500 rupiah diduga keras dikerjakan” Asal Jadi” saja, terkesan amburadul dan dalam waktu relatip singkat dikhawatirkan akan hancur kembali.

Kontraktor/Penyedia jasa PT.Jeshurun Pison Gihon, yang tidak diketahui alamatnya dan siapa pengusahanya karena tidak dicantumkan pada plank proyek sebagaimana lajimnya.

Sedangkan sumber dana DAK (Dana Alokasi Khusus) APBN Tahun Anggaran 2022 yang nota bene berasal dari uang rakyat itu terkesan “mubajir”,cenderung bagai kurang bermanfaat.

Kecuali itu pula, spesifikasi sebagai acuan tidak dicantumkan pada plank proyek Kontrak no.620/07/22.2/PPK-Wil.III/2022. Tanggal.26 Mei 2022.

Nilai Kontrak: Rp.16.844.279.500.-, yang sampai saat ini dikatakan masih dalam perawatan, karena hingga berita ini naik cetak masih “ditambal sulam” untuk menutupi borok-boroknya.

Warga masyarakat Nagori Bahal Batu, Raja Maligas, kepada Tim “Pelita RAKYAT” yang turun ke lapangan, menyatakan kekhawatiran mereka terhadap daya tahan jalan aspal tersebut.

Menurut warga itu pengaspalan jalan tersebut mereka nilai kurang bagus, dan tinggi aspal lebih kurang hanya 2 Cm, padahal setahu mereka seharusnya 5 Cm. ” Tak heran jika saat ini saja aspalnya sudah retak-retak”, cetus warga berkaus oblong yang sudah mulai ubanan itu.

Sementara rabat beton di kiri-kanan sebahagian jalan aspal Nagori Raja Maligas belum dipasang, tapi sudah di aspal. Padahal fungsi rabat beton sangat vital gunanya untuk ketahanan bangunan.

Ketika masalah rabat beton tersebut ditanyakan pada yang mengaku pengawas lapangan marga Situmorang, dengan enteng mengatakan , ” dananya sudah habis”.

Ruslan Purba, tokoh masyarakat nagori Bahal Batu dan juga mantan anggota DPRD Kabupaten Simalungun, ketika diminta tanggabannya tentang bobroknya pembangunan jalan tersebut, mengakui cara kerjanya kurang memenuhi standard tidak sesuai dengan apa yang diharapkan masyarakat.

Siapa kontraktor/penyedia jasa yang hasil kerjanya sangat mengecewakan warga masyarakat khususnya di dua Kecamatan Huta Bayu Raja dan Bosar Maligas Kabupaten Simalungun, dan pengawas lapangannya juga mengaku tidak punya akses Kontraktor yang disebut-sebut sebagai oknum APH berdomisili di Pematangsiantar ? lebih lanjut akan dijajaki, (Tim:PR).-

Leave A Reply

Your email address will not be published.